Gejala Askariasis yang Patut Anda Waspadai

 

Cacing askariasis biasanya hidup di bagian usus dan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feses). Bagi penderita askariasis, telur dan larva cacing bisa dditemukan di feses. Apabila penderita askariasis membuang feses tersebut di tempat sanitasi yang tidak tepat (contohnya ddi semak – semak, kebun dan ladang) maka kotoran tersebut akan tersimpan dalam tanah dan bisa menjadi pupuk. Dari waktu ke waktu, telur dari feses penderita askariasis akan berubah menjadi parasit. Sehingga, jika anak – anak yang bermain tanah yang telah terkontaminasi telur askariasis dan tidak sengaja tertelan, maka dari sinilah penyakit askarasis berawal.

Gejala awal askariasis seringkali tidak nampak. Hal ini dikarenakan infeksi yang terjadi masih ringan dan belum terlalu parah. Gejala awal biasanya seperti rasa tidak nyaman di dalam perut. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka infeksi terus terjadi dan bisa menyebabkan penyumbatan usus dan akan mengganggu pertumbuhan anak – anak. Batuk adalah gejala lain yang biasanya terjadi karena adanya perpindahan dari cacing ke bagian tubuh yang lain.

READ  Cara Mengobati Askariasis yang Belum Banyak Diketahui

Apa saja tanda dan gejala askariasis?

Siklus hidup parasit biasanya berkisar antara 8 minggu sehingga masa inkubasi bisa bervariasi. Tanda dan gejala yang muncul meliputi :

  • Deman
  • Kram perut
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Pembengkakan perut (pada anak – anak
  • Mual dan muntah

Apa faktor risiko untuk mengembangkan ascariasis?

Faktor resiko dari penyakit askariasis biasanya berasal dari daerah pemukiman yang lembab dan hangat. Tentu, kontaminasi dari askariasis ditularkan melalui telur yang secara tidak sengaja masuk ke dalam tubuh. Caranya yaitu dengan tertelan melalui makanan atau air yang terkontaminasi yang mengandung telur askariasis. Orang dewasa memang bukan mayoritas orang yang mengalami penyakit askariasis. Tetapi anak – anak merupakan orang yang paling sering mengalami penyakit ini.

Apa komplikasi dari ascariasis?

Beberapa komplikasi bisa terjadi apabila penyakit askariasis tidak segera diobati. Komplikasi tersebut meliputi :

  • Obstruksi usus (penyumbatan usus)
  • Abses hati (hati)
  • Pankreatitis (radang pankreas)
  • Cholecystitis (radang kandung empedu)
  • Kematian
  • Peritonitis (radang selaput rongga perut)
  • Intususepsi (suatu kondisi usus di mana bagian usus ditarik ke dalam dirinya sendiri, menciptakan penyumbatan)
  • Volvulus (memutar usus yang tidak normal)
  • Granuloma peritoneum (jaringan parut yang melapisi perut)
  • Pneumonitis (radang paru-paru)
READ  Apa Astigmatisme Itu?

Selain saluran usus dan paru – paru, organ lain mungkin terlibat. Apabila penderita askariasis tidak segera diobati, resiko paling fatal yaitu kematian karena penyumbatan usus yang disebabkan oleh askariasis.

Apa prognosis ascariasis?

Diagnosa untuk askarasis dilakukan saat gejala dan tanda mulai muncul. Apabila tidak dilakukan pengobatan segara, dikhawatirkan akan terjadi tingkat gejala yang semakin parah. Jika dibiarkan terus menerus, cacing gelang bisa menyumpat saluran usus. Ukuran cacing betina bisa mencapai 14 inci (sekitar 35 cm). Jumlah cacing yang semakin banyak dan berkembang biak inilah yang menjadi penyebab askariasis. Jika kondisi ini terjadi, tindakan operasi dan pembedahan yang harus diambil dan dilakukan.

READ  Jenis-jenis Penyakit Menular di Rumah dan Cara Mencegahnya

Apakah mungkin untuk mencegah ascariasis?

Upaya pencegahan tentu selalu bisa dilakukan. Cara yang paling mudah adalah dengan menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air besar, mencuci sayuran dan buah – buahan sebelum dikonsumsi juga harus dilakukan. Lalu, sebaiknya kurangi untuk mengonsumsi sayuran dan makanan mentah karena biasanya dari sanalah telur cacing bisa berkembang hingga akhirnya secara tidak sadar tertelan dan masuk ke tubuh.

Upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan saat bepergian yaitu memasak makanan dengan baik hingga matang. Menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk mencegah cacing gelang tumbuh dan berkembang biak. Bagi anak – anak, mereka bisa mendapatkan obat profilaksis (seperti ivermectin) setiap dua atau tiga tahun untuk mencegah pertumbuhan cacing dan membunuh cacing di dalam tubuh.

 

Sumber :

www.medicinenet.com

www.cdc.gov

Sumber gambar :

Alomedika.com

You May Also Like

About the Author: Nunung Nugraha