Penyakit Ascariasis, Penyakit yang Disebabkan Oleh Cacing

 

Askariasis adalah sebuah infeksi dimana cacing ascaris lumbricoides (cacing gelang) adalah penyebabnya. Cacing tersebut adalah parasit yang berkembang biak dan hidup di dalam usus manusia. Cacing gelang dewasa bisa tumbuh hingga 30 cm. Ascariasis merupakan penyakit yang paling umum terjadi karena cacing. Gejala yang muncul tidak banyak bahkan tidak ada gejala yang signifikan. Tetapi jika cacing terus berkembang biak dan semakin banyak, akibatnya adalah penderita akan mengalami gejala yang serius bahkan komplikasi bisa terjadi. Sebagian besar penderita adalah anak – anak yang masih dalam proses pertumbuhan.

Gejala mulai muncul saat cacing atau parasit terus berkembang biak. Gejala yang muncul juga bergantung pada organ yang terinfeksi. Berikut penjelasannya :

  1. Paru-paru

Telur akan menetas di dalam usus halus dan menjadi larva. Larva lalu pindah ke peredarah darah atau sistem limfatik ke paru – paru. Selama kurang lebih 10 hari larva akan menetap di paru – paru. Lalu larva menuju ke tenggorokan dan menyebabkan batuk, kemudian tertelan kembali dan masuk ke dalam usus. Pada kondisi ini, gejala dan tanda yang dialami sama dengan pneumonia atau asma, yaitu :

  • Batuk kering dan persisten
  • Mengi (napas yang berbunyi)
  • Susah bernapas
  1. Usus
READ  Gejala Askariasis yang Patut Anda Waspadai

Larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus. Cacing akan tetap hidup dan tumbuh sampai mati. Saat cacing berada di usus, gejala yang ditimbulkan seperti :

  • Rasa sakit dan tidak nyaman pada perut
  • Diare atau buang air besar yang disertai darah
  • Mual dan muntah

Jumlah cacing yang banyak akan menyebabkan penyumbatan meskipun komplikasi masih jarang terjadi dan gejala yang muncul akan semakin parah. Gejalanya berupa sakit perut hebat, penurunan berat badan, serta ditemukannya cacing di muntah, feses bahkan bisa keluar dari hidung.

Penyebab mendasar dari ascariasis adalah cacing gelang atau parasit. Infeksi ascariasis umunya terjadi karena adanya kontak saat telur cacing berada di tanah atau kotoran manusia dan tidak sengaja masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini tidak dapat ditularkan antar sesam manusia. Penyebab askariasis lain yaitu kontaminasi dari sayuran dan buah yang belum dicuci. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mencuci sayur dan buah dalam kondisi yang bersih dan sudah dicuci.

READ  Pentingnya Program Pencegahan Penyakit Menular dan Jenis-Jenisnya

            Diagnosis ascariasis bisa dilakukan dengan beberapa pemeriksaan seperti :

  • Pengambilan sampel feses yang bertujuan untuk mendeteksi adanya telur cacing gelang. Namun, telur cacing baru akan terdeteksi setelah 40 hari infeksi terjadi.
  • Pengambilan sampel darah untuk mendeteksi adanya peningkatan kadar salah satu jenis sel darah putih berupa eosinofilia.
  • Tes pencitraan seperti foto rontgen, ultrasound (USG) atau CT scan/MRI.
    • Foto rontgen :
      Dengan foto rontgen, larva cacing di paru – paru akan terlihat.
    • USG:
    • Tes ini bisa menunjukkan keberadaan cacing di hati atau pankreas.
    • CT-Scan atau MRI:
    • Kedua tes ini bermanfaat untuk mendeteksi cacing yang menyebabkan penyumbatan di pankreas dan saluran hati.

Mayoritas ascariasis yang dialami oleh seseorang akan sembuh dengan sendirinya tanpa melalui proses pengobatan. Namun, jika gejala yang terjadi cukup serius maka pengobatan perlu dilakukan. Pilihan pengobatan ascariasis adalah :

  • Obat – obatan : pemberian obat – obatan seperti ivermectin (mebendazole) oleh dokter. Obat tersebut bisa dikonsumsi selama 1 hingga 3 hari untuk membunuh cacing dewasa.
  • Komplikasi akan terjadi jika jumlah cacing sudah banyak dan berkembang biak. Operasi atau pembedahan adalah tindakan yang disarankan oleh dokter untuk mengeluarkan cacing dan memperbaiki kerusakan di dalam organ.
READ  Cara Mengobati Askariasis yang Belum Banyak Diketahui

          Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu :

  • Membiasakan diri hidup sehat dan bersih

Hal ini dikarenakan cacing biasanya tumbuh dan hidup di tempat yang kotor. Dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, setidaknya tidak ada cacing yang menempel di tubuh hingga tidak sengaja masuk ke dalam tubuh. Caranya adalah dengan mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air besar dan mencuci buah dan sayuran yang akan dikonsumsi.

  • Hindari konsumsi makanan mentah

Makanan yang mentah biasanya tidak bisa dipastikan tingkat sterilisasinya. Apalagi untuk sayur mentah dan minuman yang tidak dikemas dengan baik. Dari sini terkadang telur atau cacing bisa menyebar.

 

Sumber :

www.sehatq.com

You May Also Like

About the Author: Nunung Nugraha